a. Konsep dasar Peluang
Jika setiap titik contoh mempunyai peluang yang sama maka :
n : banyak titik contoh penyusun Kejadian A
N : banyak titik contoh dalam Ruang Contoh (S)
b. Kaidah Penjumlahan Peluang Kejadian
1) Dalil 1. Kaidah Penjumlahan Peluang Kejadian
Bila A dan B adalah dua kejadian sembarang, maka:
P(A
Atau
P(A
A
Contoh
Menurut catatan sebuah Bank, peluang Industri Manufakturing memperoleh kredit adalah 0.35. Sedangkan peluang Industri yang Padat Karya = 0.45. Peluang Industri yang tergolong Manufakturing atau Padat Karya = 0.25. Berapakah Peluang Industri Manufakturing dan Padat Karya memperoleh Kredit? (0.35 + 0.45 - 0.25 = 0.55)
a) Konsekuensi 1. Kaidah Penjumlahan Peluang
Bila A dan B adalah kejadian saling terpisah (A
Contoh:
Berapakah peluang munculnya kartu bernilai 7 berwarna merah (A) atau bernilai 7 dengan hitam(B) pada pengambilan sebuah kartu secara acak dari seperangkat kartu bridge?
Pada pengambilan sebuah kartu tidaklah mungkin mendapatkan kartu bernilai 7 berwarna merah sekaligus berwarna hitam (A
P(A
b) Kaidah Penjumlahan Peluang
Bila A1, A2,..., Ak saling terpisah, maka:
P(A1
2) Dalil 2. Kaidah Penjumlahan Peluang
Jika A dan A' adalah 2 kejadian yang berkomplemen, maka: P(A) + P(A')= 1
Contoh:
Peluang seorang mahasiswa tidak lulus ujian = 0.30, Peluang seorang mahasiswa lulus ujian = 1 -0.30 = 0.70
karena:
Jika kejadian A = TIDAK lulus ujian dan P(A) = 0.30
maka kejadian A’ = LULUS sehingga P(A) = 1 - P(A) = 1 - 0.30 = 0.70
c. Peluang Bersyarat
Peluang Bersyarat berlaku untuk penetapan peluang kejadian yang tidak bebas.
Kejadian-kejadian yang bergantung dengan kejadian lain disebut : Kejadian Tidak Bebas.
Contoh kejadian tidak bebas : pengambilan sampel tanpa pemulihan. Tanpa pemulihan = anggota sampel yang telah terambil tidak dikembalikan ke dalam ruang contoh (S).
Kejadian yang terjadi tanpa bergantung dengan kejadian lain disebut Kejadian Bebas. Contoh kejadian bebas : pengambilan sampel dengan pemulihan. Dengan pemulihan = anggota sampel yang telah terambil dikembalikan ke dalam ruang contoh (S)
Notasi Peluang Bersyarat : P(B
Dibaca : "Peluang terjadinya B, bila A telah terjadi" atau
"Peluang B, jika peluang A diketahui"
Contoh:
Terdapat 10 bola terdiri dari 4 bola merah dan 6 bola hitam. Pengambilan sebuah bola dilakukan tanpa pemulihan
Peluang Bola pertama berwarna Merah= P(MERAH) =
Peluang Bola kedua berwarna Hitam = P (HITAM
Peluang Bola ketiga berwarna Hitam = P (HITAM
Peluang Bola keempat berwarna Merah = P(MERAH
Definisi peluang bersyarat secara umum:
P(B
Perhatikan : P(B
P(A
Contoh :
Peluang KRL berangkat tepat waktuP(B) = 0.50
Peluang KRL datang ke tepat waktu P(D) = 0.40
Peluang KRL berangkat dan datang tepat waktu P(B
a. Peluang KRL akan datang tepat waktu setelah berangkat tepat waktu?
b. Peluang KRL akan berangkat tepat waktu setelah datang tepat waktu?
Definisi: Dua kejadian A dan B dikatakan bebas, jika:
P(B
Bila hal itu tidak terpenuhi, A dan B dikatakan tidak bebas
d. Kaidah Penggandaan Peluang = Kaidah perkalian peluang
Penghitungan peluang beberapa kejadian yang dapat terjadi sekaligus.
1) Dalil 1. Kaidah Perkalian Peluang
Bila dalam suatu percobaan kejadian A dan B dapat terjadi sekaligus, maka:
P(A
= P(B
= P(B) x P(A
Ingat : A
Contoh:
Terdapat 10 bola terdiri dari 4 bola merah dan 6 bola hitam. Pengambilan sebuah bola dilakukan tanpa pemulihan
a. Peluang Bola pertama berwarna Merah= P(MERAH) =
Peluang Bola kedua berwarna Hitam = P (HITAM
Peluang Bola pertama Merah dan Bola kedua Hitam =
b. Peluang Bola pertama berwarna Hitam = P(HITAM) =
Peluang Bola kedua berwarna Merah = P(MERAH
Peluang Bola pertama Hitam dan Bola kedua Merah =
2) Dalil 2. Kaidah Perkalian Peluang Kejadian Bebas
Bila A dan B adalah kejaidan bebas, maka
P(A
Contoh:
Terdapat 10 bola terdiri dari 4 bola merah dan 6 bola hitam. Pengambilan sebuah bola dilakukan dengan pemulihan
Peluang Bola pertama berwarna Merah= P(MERAH) =
Peluang Bola kedua berwarna Hitam = P (HITAM
Peluang Bola pertama Merah dan Bola kedua Hitam =
3) Dalil 3. Kaidah Penggandaan Peluang (secara umum)
Bila dalam suatu percobaan kejadian A1, A2,..., Ak, maka :
P(A1
P (Ak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar